Tuesday, October 25, 2011

Asteroid Belt (Sabuk Asteroid)

Sabuk asteroid adalah bagian Tata Surya terletak kira-kira antara orbit planet Mars dan Jupiter. Daerah ini dipenuhi oleh sejumlah objek tak beraturan yang disebut asteroid atau planet kerdil. Sabuk asteroid disebut juga sebagai sabuk utama (main belt) untuk membedakan dari konsentrasi planet kerdil lainnya di dalam sistem tata surya, seperti Sabuk Kuiper dan scattered disc.



Lebih dari separuh massa sabuk utama terdapat di empat terbesar objek: Ceres, 4 Vesta, 2 Pallas, dan 10 Hygiea. Kesemuanya berdiameter lebih dari 400 km, sementara Ceres, planet kerdil yang ada di sabuk utama memiliki diameter sekitar 950 kilometer. Selebihnya mempunyai berbagai ukuran sampai sekecil partikel debu. Distribusi penyebaran bahan asteroid ini sangat tipis sehingga kapal ruang angkasa dapat melewatinya tanpa celaka. Akan tetapi, ada tabrakan antara asteroid-asteroid besar, yang menghasilkan kumpulan asteroid yang memiliki karakteristik yang mirip (orbital dan komposisi). Tabrakan juga menghasilkan debu yang membentuk komponen utama cahaya zodiak (zodiacal light). Sebuah asteroid di dalam sabuk utama dapat dikategorikan berdasarkan spektrumnya, yang sebagian besar jatuh ke dalam tiga kelompok dasar: karbon (C-type), silikat (S-tipe), dan kaya logam (M-type).

Tuesday, October 18, 2011

Kupu-Kupu Menakjubkan Di Luar Angkasa

Setelah mengalami perbaikan, teleskop ruang angkasa Hubble kembali menampilkan foto-foto menakjubkan, salah satunya kupu-kupu angkasa dengan cahaya-cahaya elok. Dengan pemasangan dua kamera baru dan beberapa perbaikan, Hubble mendapatkan foto galaksi-galaksi dan nebula—kabut gas dan debu bintang—lebih tajam dibanding gambar yang pernah diambil sebelumnya. Hubble juga berhasil menangkap cahaya-cahaya baru yang belum pernah dilihat.







Salah satu yang kemudian menjadi perbincangan adalah nebula yang menjadi tempat lahirnya bintang-bintang baru. Nebula berbentuk kupu-kupu ini memancarkan gas dan debu panas yang mengembang menyerupai sayap.
Foto-foto lain yang tak kalah indah adalah drama kosmis tentang kelahiran dan kematian bintang-bintang. Salah satunya memperlihatkan Carina Nebula, tempat kelahiran bintang berjarak 7.500 tahun cahaya. Satu tahun cahaya adalah jarak yang bisa ditempuh cahaya selama setahun atau sekitar 9,6 triliun kilometer.Dalam foto tampak awan kemerahan yang dibombardir radiasi. Saat Hubble menggunakan spektrum cahaya berbeda, awan-awan itu menghilang dan tampaklah bintang-bintang muda berumur sekitar 100.000 tahun.Foto yang berbeda memperlihatkan ribuan kelompok bintang yang tersebar dalam cahaya putih di antara titik-titik biru yang merupakan bintang panas dan titik-titik merah bintang yang lebih dingin.Foto-foto Hubble ini diambil dalam galaksi Bima Sakti, kecuali lima galaksi spiral yang difoto dalam satu frame. Dengan kemampuan barunya, Hubble akan mengarahkan kamera ke ujung terjauh jagat raya dan mengambil foto angkasa beberapa saat setelah Big Bang atau ledakan besar yang diyakini sebagai awal terbentuknya semesta.

Planet Yang Terindah Di Angkasa

Nebula planet sisa katastrof bintang tetap sudah pasti merupakan planet yang paling indah di angkasa, namun mereka masih sangat misterius. Meskipun banyak sekali gas-debu nebula memisahkan bumi lebih dekat dan lagi pula telah diselidiki dengan cermat, namun mereka tetap membuat para astronom merasa bingung.

Yang terutama dibicarakan di sini adalah nebula abnormal yang jarang terjadi, mereka dipanaskan dengan pemanasan yang paling kuat, dan di saat bersamaan mereka juga mengandung ion yang sangat banyak, meskipun kehilangan satu atau beberapa atom elektro. Kekuatan pancarannya (mungkin saling berbenturan dengan partikel energi tinggi) tergantung pada masuknya jumlah atom dalam proses ini dan jumlah elektro yang hilang. Energi tinggi "angin" "meniup menyebarkan" gelembung gas khusus materiil sekelilingnya, beberapa gelembung di antaranya yang terekam dalam foto menampakkan cahaya warna yang berbeda-beda.


  
Namun, apakah sumber eksitasi atom seperti ini? Mungkin adalah bintang muda yang berenergi tinggi, atau planet ganjil yang bersembunyi di bagian dalam nebula. Lalu bagaimanakah planet-planet ganjil ini masuk dalam gambar kontemporer angkasa yang berkembang? Dipasang pada sebuah teleskop raksasa di Observatorium Eropa Selatan (ESO) di Cile, dan belakangan ini telah melakukan pengamatan terbaru secara besar-besaran terhadap nebula-nebula ganjil ini, saat dipasang di Belgia, Kota Lie Re. Sebuah tim astronom dari lembaga penelitian astrofisika dan geofisika menemukan 4 buah Magellanic Cloud yang mengandung ionisasi yang tinggi. Dua Magellanic Cloud yang besar dan kecil menjadi bintang pengiring yang paling dekat dengan bima sakti. Mereka memisahkan bumi kira-kira beberapa puluh ribu tahun cahaya (lihat gambar 1-4).
Dalam tiga gambar nebula itu, astronom Belgia berhasil membedakan sumber penyinaran energi tinggi, sinar ultraviolet dan lain-lain: pemanasan yang paling kuat, bintang tetap yang paling maharaksasa, lagi pula beberapa di antaranya adalah bintang ganda: bintang Altair dan bintang Vega. Ini mungkin adalah bintang-bintang WR-Wolf-Rayet, yang terangnya melampaui terang Matahari 1-10 juta kali lipat, namun mereka hanya bisa menyala beberapa juta tahun, bukan beberapa miliar tahun, sama seperti bintang kecil yang "telah mati", materiilnya melebihi materiil bintang sejenis 20 kali lipat, dan suhu permukaan melampaui 900 ribu derajat. Pada gambar ke-4 dalam foto, astronom Belgia tidak berhasil membedakan sumber penyinaran energi tinggi

Tuesday, October 11, 2011

NASA Temukan Cap Jempol Raksasa Di Planet Mars

Sebuah gambar resolusi tinggi terbaru berhasil mengabadikan sebuah lokasi di Planet Mars, Gambar yang diambil dari sebuah Teleskop milik NASA dengan menggunakan metode High Resolution Imaging Science Experiment (HiRISE) terlihat mirip sebuah sidik jari jempol atau cap jempol (fingger print) raksasa yang berukuran sangat besar sekali. Hal ini menurut para peneliti memprediksi terjadi karena sebuah perubahan siklus alam dan cuaca disana dalam kurun waktu yang sangat panjang, sekilas bila kita amati mirip danau kering yang semula terdapat riak gelombang di tengahnya.




Seperti bekas lembah atau danau berair yang mengering terlihat sekilas bagai sidik jari jempol tangan.
untuk itu para peneliti planet merah tersebut memperkirakan kurun waktu silam di sana terdapat semacam kehidupan, walau mereka tidak bisa merincikan kehidupan seperti apa yang dimaksud. Gambar ini diambil di lokasi Coprates Mars dan menandakan terbentuk dari sedimen proses air menguap lalu mengering dan terbentuklah bentuk yang terlihat sekarang ini. (Mail Online)






Pemandangan lebih detail yang dibesarkan memperlihatkan lebih jelas bekas sungai-sungai yang mengering dan bekas arus air mengalir sebagaimana kehidupan dibumi.

10 Bintang Terbesar Di Jagat Raya

Studi mengenai alam semesta yang luas dan penuh teka-teki, ditambah dengan fenomena yang terjadi di dalamnya, dan unsur-unsur surgawi yang tidak dapat diukur di dalamnya, membuat seseorang merasa sangat mungil, dan tidak signifikan.

Kita hanyalah sebuah bintik jika dibandingkan dengan planet kita yang hanya berupa suatu fraksi dari ukuran matahari. Tetapi ada juga bintang-bintang di luar sana yang bahkan membuat matahari terlihat seperti sebuah flek yang tidak penting.
Kita telah menyusun suatu daftar berupa beberapa bintang terbesar yang telah diketahui di alam semesta ini. Ukuran dari setiap bintang dijabarkan dalam jari-jari solar, dimana satu radius solar sama dengan jari-jari matahari.
1.VY Canis Majoris
Bagian dari konstelasi Canis Major, bintang hiper raksasa ini (satu dengan massa yang besar dan luminositas) adalah bintang terbesar yang telah diketahui, dengan satu radius antara 1,800-2,100 jari-jari solar (kurang lebih 2.7 milyar kilometer), yang berarti setara dengan 900-1,050 matahari dalam satu garis lurus dari pusat ke kelilingnya! Bintang ini diperkirakan 4,900 tahun cahaya dari Bumi.
2. VV Cephei A




Bintang primer raksasa yang berwarna merah ini termasuk dalam sistem perbintangan gerhana biner VV Cephei (sepasang bintang yang memiliki orbit mengelilingi sekitar pusat massa mereka, dimana bidang orbit bertepatan dengan garis pandang pengamat). Bintang ini berlokasi di konstelasi Cepheus yang jaraknya 2,400 tahun cahaya dari Bumi dan memiliki radius 1,600-1,900 jari-jari solar.
3.V838 Monocerotis
Berlokasi di konstelasi Monoceros, yang jauhnya 20,000 tahun cahaya dari matahari kita, bintang berwarna merah ini memiliki kurang lebih 400-1,570 jari-jari solar, hampir setara dengan radius orbit Jupiter.
4.WOH G64
WOH G64 adalah sebuah bintang super raksasa, berwarna merah, dan berlokasi di galaksi LMC (Large Magellanic Cloud), yang berjarak kurang lebih 160,000 tahun cahaya dari Bimasakti. Diperkirakan ukurannya mencapai 1,540 kalinya jari-jari matahari.
5. V354 Cephei
Merupakan bintang yang bervariasi dan tidak beraturan, V354 Cephei adalah sebuah bintang super raksasa berwarna merah dengan ukuran mencapai 1,520 jari-jari solar. Lokasinya hampir 9,000 tahun cahaya dari matahari, yaitu di konstelasi Cepheus dari Bimasakti.
6.RW Cephei
Satu lagi bintang yang tidak beraturan dan konstelasi Cepheus, RW Cephei memiliki radius antara 1,260-1,610 jari-jari solar. Bintang ini berlokasi pada kejauhan 11,500 tahun cahaya dari Matahari.
7.KW Sagitarii
KW Sagitarii berada di 10,000 tahun cahaya dari Matahari, dan termasuk dalam bagian konstelasi Sagittarius, dan besarnya hampir 1,460 kali jari-jari matahari. Bintang super raksasa ini memiliki cahaya yang istimewa, terangnya seperti 360,000 matahari.
8.KY Cygni


Satu lain bintang merah super raksasa. Bintang ini diperkirakan ukurannya mencapai 1,420-2,850 jari-jari matahari. Letaknya sejauh 5,000 tahun cahaya dari matahari kita, yaitu di konstelasi Cygnus.
9.MU Cephei
Besarnya 1,420 jari-jari solar, bintang merah raksasa Mu Cephei atau Herchel’s Garnet Star adalah satu dari beberapa jajaran bintang terbesar yang dapat dilihat dengan mata telanjang. Lokasinya berada pada konstelasi Cephius di Bimasakti.
10.Betelgeuse
Bintang dengan variabel semiregular ini, selain menjadi salah satu bintang terbesar yang diketahui, juga merupakan bintang yang memiliki cahaya paling terang di konstelasi Orion. Bintang super raksasa berwarna merah ini besarnya sama dengan 950-1000 matahari, dan lokasinya terletak antara 643-146 tahun cahaya.

Tuesday, October 4, 2011

Astronom Temukan Planet "Berlian"

PSR J1719-1438

planet berlian
 Tim astronom di Australia mengaku telah menemuka suatu planet eksotis di galaksi bima sakti. Planet itu bagaikan sebuah berlian.

Planet ini, berjarak sekitar 4.000 tahun cahaya dari Bumi, jauh lebih padat dari yang lain dan sebagian besar terdiri dari karbon. Saking padatnya, tim astronom memperhitungkan bahwa karbon ini sejernih kristal, bahkan tidak jauh beda dengan berlian.

Planet aneh ini mengorbit di sekitar sebuah bintang yang telah mati akibat supernova dan disebut sebagai millisecond pulsar baru atau bernama PSR J1719-1438. Ketua tim peneliti dari Universitas Swinburne di Melbourne, Matthew Bailes, memperkitakan bahwa planet ini memiliki diameter lima kali lipat dari bumi.

"Kami sangat yakin bahwa planet itu memiliki kepadatan 18 kali lipat dari air," kata Bailes, seperti yang dikutip National Geographic, 25 Agustus 2011. "Ini berarti planet itu tidak dibuat dari gas seperti hidrogen dan helium seperti kebanyakan bintang, namun [terbuat] dari elemen-elemen yang lebih berat seperti karbon dan oksigen sehingga jadi mengkristal, mirip sebuah berlian," kata Bailes.

Bailes dan timnya menemukan planet beserta bintang millisecond pulsar itu saat survei pulsar melalui teleskop radio di Observatorium Parkes, Australia. Pulsar merupakan sejenis bintang mati yang memancarkan sinar gelombang radio yang kuat dari sumbunya. Bila sinar-sinar tersebut melintas pandangan dari Bumi ketika bintang berotasi, teleskop radio di Bumi dapat mendeteksi denyut rutin bintang mati itu.  

Tim dari Swinburne telah membuat sketsa atas bentuk planet yang mirip berlian itu. Namun, kepastian apakah planet tersebut benar-benar berlian raksasa masih harus dibuktikan lebih lanjut. Tim astronom optimistis bakal menemukan planet-planet aneh lainnya.

"Dengan makin canggihnya teknologi komputer, kami yakin akan menemukan lagi planet seperti ini," kata Bailes. (Sumber: vivanews.com)

Friday, September 30, 2011

Penemuan Planet HD85512b Yang Layak Huni

Planet HD85512b

Ilustrasi planet mirip Bumi. Credit: L. Calada, ESO

Astronom berhasil menemukan satu lagi planet yang mirip Bumi dan kemungkinan layak dihuni makhluk hidup. Planet tersebut bernama HD85512b dan merupakan planet yang mengorbit bintang katai oranye dan ada pada jarak 36 tahun cahaya dari tata surya di konstelasi Vela.

HD85512b ditemukan lewat penelitian menggunakan High Accuracy Radial Velocity Planet Searcher (HARPS) European Southern Observatory di Cile. Radial velocity adalah teknik memburu planet dengan cara melihat perubahan cahaya bintang yang diorbit.

Data HARPS menunjukkan bahwa HD85512b memiliki massa 3,6 kali Bumi. Selain itu, planet yang baru saja ditemukan ini juga punya jarak pas dengan bintang induknya sehingga memungkinkan keberadaan air dalam wujud cair di permukaannya.

"Jaraknya adalah tepat pada batasan yang memungkinkan Anda untuk memiliki air dalam wujud cair," kata Lisa Kaltenegger dari Harvard Smithsonian Center for Astrophysics dan Max Planck Institute for Astronomy. "Jika Anda membandingkan dengan tata surya kita, planet ini sedikit lebih jauh dari jarak Matahari-Venus," kata Kaltenegger seperti dikutip National Geographic, Selasa (30/8/2011). Ini berarti planet tersebut lebih banyak menerima energi dari bintangnya dibandingkan dengan Bumi.

 Kaltenegger mengatakan, planet ini juga memiliki tutupan awan sedikitnya 50 persen untuk merefleksikan panas dari bintangnya, mencegah pemanasan yang berlebihan. Tutupan awan ini mendekati tutupan awan Bumi, yang rata-rata sekitar 60 persen.

Tutupan awan mengindikasikan adanya atmosfer yang mirip Bumi. Penelaahan terhadap atmosfer masih belum memungkinkan karena jarak yang cukup jauh. Namun, dipercaya bahwa planet bermassa kurang dari 10 kali massa Bumi itu memiliki atmosfer yang mirip Bumi, didominasi nitrogen dan oksigen.

HD85512b merupakan planet batuan kedua yang memiliki kemiripan dengan Bumi. Berdasarkan jarak dengan bintangnya, planet ini bisa dikatakan layak huni sebab ada pada zona yang tak terlalu panas ataupun tak terlalu dingin. Planet sebelumnya yang dikatakan layak huni adalah Gliese 581d, yang sebelumnya juga ditemukan dengan instrumen HARPS. Sebenarnya terdapat juga Gliese 581g yang juga diklaim layak huni. Namun, klaim planet terakhir ini masih menjadi kontroversi.

Manfred Cuntz, direktur program astronomi University of Texas di Austin, mengatakan, selain soal ukuran dan jarak, ada faktor lain yang membuat HD85512b bisa dikatakan sebagai planet layak huni dan bukan hanya klaim belaka. Salah satu faktor lain itu adalah orbit planet yang mendekati lingkaran sehingga memungkinkan iklim yang stabil. Faktor lain, bintang induk yang bernama HD85512 memiliki usia lebih tua dari Matahari sehingga kurang aktif dan mengurangi risiko akibat badai elektromagnetik.

Cuntz menambahkan, usia dari tata surya tempat HD85512b bernaung adalah 5,6 miliar tahun sehingga bisa mendukung kehidupan. Sebagai perbandingan, tata surya tempat Bumi bernaung diperkirakan berumur 1 miliar tahun lebih muda, alias 4,6 miliar tahun.

Sayangnya, dengan segala potensi mendukung kehidupan, masih belum mungkin bagi manusia untuk menuju planet itu. Jikapun bisa, maka manusia pasti merasa asing karena kondisi planet yang panas, lembab, dan gravitasi yang 1,4 kali lebih besar daripada Bumi. "Hot yoga mungkin adalah hal yang Anda bisa nikmati dengan gratis di sana," canda Kaltenegger.

Tulisan yang mendeskripsikan HD85512b ini telah muncul di arXiv.org dan telah diterima untuk dipublikasikan di jurnal Astronomy and Astrophysics. (Sumber: kompas.com)

Wednesday, September 28, 2011

Karakteristik Planet Eris (2003 UB313

Planet Eris

Eris (Tengah) and Dysnomia (kiri dari tengah). Teleskop luar angkasa Hubble. Credit: NASA

Eris (nama resmi: 136199 Eris; sebelumnya dikenal sebagai 2003 UB313 dan juga Xena) adalah sebuah planet katai yang ditemukan pada hari Jumat, 29 Juli 2005 oleh tiga astronom dari Amerika Serikat, Profesor Mike Brown dan koleganya dari Institut Teknologi California (Caltech), yang juga menemukan beberapa objek-objek serupa planet pada area Sabuk Kuiper. Nama Eris sendiri berasal dari nama dewi keraguan dalam mitologi Yunani.

Awalnya Eris diklaim oleh penemunya sebagai sebuah planet (namun status "planet katai" kemudian diterima), Eris sangat dingin, berbatu-batu dan lebih besar daripada Pluto. Eris diketahui mempunyai sebuah bulan, Dysnomia, yang ditemukan pada 10 September 2005.

Lebih Besar Dari Pluto

Eris dilihat dengan teropong bintang. Credit: wikipedia.org
Eris memiliki diameter sekitar 3.000 kilometer, sehingga merupakan objek terbesar yang ditemukan di tata surya setelah Neptunus dideteksi tahun 1846. Eris juga lebih besar dari Pluto, bekas planet terkecil yang ditemukan pada 1930. Eris berjarak hampir 15 miliar kilometer (sembilan miliar mil) atau sekitar tiga kali jarak Pluto dari matahari. Dibanding Bumi, jaraknya 97 kali dibanding jarak Bumi-Matahari.

Eris adalah benda paling jauh yang pernah diketahui untuk mengitari di seluruh Matahari. Ukurannya mungkin satu setengah kali lebih besar dari Pluto. Objek angkasa ini terlihat pertama kali tahun 2003. Ia terlihat lewat teleskop Samuel Oschin di Observatorium Palomar dan teleskop 8m Gemini di Mauna Kea, Hawaii. Pertama kali terlihat 21 Oktober 2003, namun para astronom tidak melihatnya lagi hingga 15 bulan kemudian. Baru pada 8 Januari 2005 ia terlihat lagi. Selain Brown, penemu lainnya adalah Chad Trujillo dari Observatorium Gemini di Hawaii, dan David Rabinowitz dari Universitas Yale.

Eris terlihat lebih redup dari Pluto, tapi itu karena jaraknya tiga kali lebih jauh. Bila ia berada di tempat Pluto, ia akan terlihat lebih terang. Sejak ditemukan, penyebutan objek ini sebagai planet menjadi perdebatan.


Termasuk Planet Katai (Kerdil)

Pada 24 Agustus 2006, para ilmuwan Persatuan Astronomi Internasional akhirnya memutuskan statusnya sebagai "planet katai" (dwarf planet). Sebelumnya kelompok astronom lain juga telah mengumumkan penemuan objek 2003 EL61, yang ukurannya kurang lebih sebesar Pluto. Planet baru ini memutari bumi sekali dalam setiap 560 tahun dan saat ini merupakan objek terjauh dari Bumi.

Dalam waktu 280 tahun, jaraknya ke Bumi akan sedekat Neptunus. Seperti Pluto, permukaan Eris diduga didominasi oleh metana. Eris juga dipercaya merupakan bagian dari Sabuk Kuiper (Kuiper Belt), kawasan dalam sistem solar menjulur dari orbit Neptunus.

Diperkirakan ada sekitar 100.000 objek yang dikenal sebagai objek Sabuk Kuiper, salah satunya adalah Pluto, sehingga sebagian ilmuwan pun lebih menganggap status Eris sebagai objek Sabuk Kuiper dibandingkan sebuah planet. Tapi karena ukurannya yang besar, diameternya mencapai 3.000 kilometer, saat ditemukan Brown berani mengkualifikasi objek angkasa temuannya sebagai planet. "Kami mengharapkan ini tidak terlalu kontroversial, seperti orang mempercayai Pluto sebagai planet," katanya.


Karakteristik Planet Katai Eris 

Peta astronomi memperlihatkan peta lokasi Eris. Credit: space.com



Penemuan
Penemu M. E. Brown,
C. A. Trujillo,
D. L. Rabinowitz
Tanggal ditemukan 21 Oktober 2003
Penamaan
Penamaan MPC 136199 Eris
Nama alternatif 2003 UB313
Kategori
planet minor
planet katai,
TNO,
plutoid,
dan SDO
Adjektif Eridian
Ciri-ciri orbit
Epos 6 Maret, 2006
(JD 2453800.5)
Aphelion 97,56 SA
14.60×109km
Perihelion 37,77 SA
5.65×109 km
Sumbu semi-mayor 67,6681 SA
10.12×109 km
Eksentrisitas 0,44177
Periode orbit 203.600 days
557 tahun
Kecepatan orbit rata-rata 3,436 km/s
Anomali rata-rata 197,63427°
Inklinasi 44,187°
Bujur node menaik 35,8696°
Argumen perihelion 151,4305°
Satelit 1
Ciri-ciri fisik
Jari-jari rata-rata 1.300 +200 -100 km
Massa (1,67 ± 0,02)×1022 kg
Gravitasi permukaan di khatulistiwa ~0,8 m/s²
Hari sideris > 8 h?
Albedo 0,86 ± 0,07
Suhu permukaan
   (sekitar)
min rata-rata maks
30 K 42,5 K 55 K
Magnitudo tampak 18,7
Magnitudo mutlak (H) −1,12 ± 0,01


(Sumber: wikipedia.org)