Sunday, September 16, 2012

NASA Buat Video Suhu Bumi Selama 132 Tahun



Foto permukaan bumi diambil dari luar angkasa
foto permukaan bumi di ambil dari luar angkasa
VIVAnews - Apakah Anda penasaran bagaimana proses perubahan suhu bumi? Kini Anda bisa menjawab rasa penasaran itu. Badan antariksa Amerika Serikat, NASA, merangkum rekaman peningkatan suhu Bumi dalam sebuah video timeline.

Video tersebut menggambarkan suhu bumi yang semakin hari semakin meningkat. Data yang dirangkum oleh NASA yaitu suhu bumi mulai dari 1880 sampai 2011. NASA mengungkap kalau gambaran dari video tersebut merupakan sebuah peringatan keras tentang peningkatan suhu bumi sejak 1880.

Hal ini karena emisi gas rumah kaca dari produksi energi, industri dan kendaraan telah meningkat. Akibatnya suhu telah naik, dengan puncaknya pada pada 1970-an. Hal ini dapat dilihat dalam video berdurasi 26 detik tersebut.

Lembaga studi luar angkasa NASA, Goddard Institute for Space Studies (GISS) di New York, yang memonitor suhu permukaan global secara berkelanjutan, menciptakan video untuk menunjukkan bagaimana bumi terus mengalami suhu hangat daripada beberapa dekade lalu.

"Kami tahu planet ini lebih banyak menyerap daripada memancarkan energi. Kami terus melihat kecenderungan suhu yang lebih tinggi. Bahkan, dengan efek pendinginan dari pengaruh La Nina yang kuat dan rendahnya aktivitas matahari pada beberapa tahun terakhir," kata Direktur GISS, James Hansen saat peluncuran video, seperti dikutip Dailymail.

Dalam catatan, 2011 adalah salah satu dari 10 tahun terpanas. Perbedaan antara 2011 dan tahun terpanas dalam catatan GISS pada 2010 yaitu 0,22 derajat Fahrenheit atau 0,12 Celcius. Hansen menambahkan sebelas tahun pertama pada abad ke-21, mengalami suhu lebih tinggi dibandingkan dengan pertengahan dan akhir abad ke-20. http://astrounika.blogspot.com/

Suhu rata-rata di seluruh dunia pada tahun 2011 adalah 0,92 derajat Fahrenheit atau 0,51 Celcius, ini lebih hangat daripada suhu dasar pada pertengahan abad ke-20. Dalam animasi video yang ditunjukkan, data suhu dari 1880-2011, warna merah menunjukkan suhu yang lebih tinggi daripada rata-rata suhu selama periode dasar dari 1951-1980. Sedangkan biru menunjukkan suhu yang lebih rendah dari rata-rata garis dasar. (eh)

Tulis Nama Anda di "Angkasa" dengan Bintang-bintang

Gunakan galaksi untuk menulis nama Anda
gunakan galaksi untuk menulis nama anda
VIVAnews - Tak banyak yang tahu, nama-nama orang Indonesia telah dijadikan sebagai nama benda langit. Ada kawah Planet Merkurius yang dinamai Raden Saleh, pelukis tenar era penjajahan. Juga sejumlah mantan Direktur Observatorium Bosscha, salah satunya Bambang Hidayat yang namanya diabadikan menjadi nama asteroid, 12176 Hidayat / 3468 T-3.

Tentu saja, bukan nama orang-orang sembarangan yang dipakai untuk menamai benda langit. Meski tak bisa menyamai mereka, saat ini siapapun bisa menuliskan nama dengan bintang-bintang. Bahkan galaksi.

Hal itu mungkin melalui program Galaxy Zoo sebuah proyek dari Oxford University. Proyek yang sudah disiapkan lima tahun ini merupakan upaya untuk membantu para astronom untuk menyaring data terkait alam semesta yang tak terhitung banyaknya.

Selama ini Oxford University telah mengunggah jutaan gambar galaksi yang ditangkap melalui teleskop, salah satunya Hubble. Universitas ternama itu meminta bantuan pengunjung situs untuk membantu mengklasifikasikan alam semesta sesuai dengan bentuknya.

Sejauh ini, sudah ada 250.000 orang yang ikut membantu proyek ini, mengubah data kasar menjadi unsur yang memperkaya ilmu pengetahuan. Para relawan tersebut juga membantu membuat aplikasi web cerdas yang memungkinkan anda membentuk kalimat dengan menggunakan galaksi yang bentuknya mirip huruf-huruf dalam alfabet.

Sebagai bonus tambahan, para pengguna dapat menuliskan nama mereka dengan menggunakan huruf galaksi tersebut. Galaxy Writer saat ini telah menjadi alat populer dan menyenangkan untuk pengamatan bintang, dan media promosi untuk memperkenalkan benda-benda langit.

Anggota tim Galaxy Zoo, Dr Steven Bamford dari University of Nottingham telah menciptakan sebuah situs web, www.mygalaxies.co.uk, dan setiap orang dapat menulis nama mereka di "angkasa".

Selain ejaan pada tingkat intergalaksi, relawan juga bisa membantu mengklasifikasikan galaksi spiral, galaksi elips, dan banyak lagi yang tidak teratur bentuknya, yang salah satunya terlihat seperti seekor penguin. Ke depan, tim juga ingin menambahkan lebih banyak galaksi dalam kelompok hewan.

Kini, situs Galaxy Zoo memuat lebih 250.000 gambar baru dari galaksi, yang sebagian besar belum pernah dilihat oleh manusia.

"Manusia lebih baik daripada komputer dalam, hal pengenalan pola seperti ini, dan kami tidak bisa mendapatkan pencapaian sejauh ini tanpa bantuan
semua orang," kata peneliti utama Galaxy Zoo, Dr Chris Lintott, dari Oxford.
University. "Kami ingin mendorong relawan lama dan baru untuk terlibat. Anda tidak perlu menjadi seorang ahli untuk memulainya." Informasi yang tidak biasa yang dapat juga memberitahu tentang apa yang terjadi ketika galaksi bertabrakan.

Gambar baru di situs Galaxy Zoo berasal dari Sloan Digital Sky Survey, sebuah teleskop berbasis darat di New Mexico, dan teleskop antariksa, Hubble milik NASA.
Tim ini berharap bahwa kerja keras relawan di situs baru akan memungkinkan perbandingan data dari dua teleskop. Ini akan memberi wawasan mengenai bagaimana galaksi muncul dari bagaimana alam semesta tampak di masa lalu.

"Dalam astronomi, kami cukup beruntung untuk bisa melihat alam semesta di masa lalu dan masa kini. Dengan membandingkan keduanya, kita dapat memahami kekuatan yang telah membentuknya, termasuk Galaksi Bima Sakti tempat kita hidup," kata Dr Karen Masters dari University of Portsmouth, anggota tim lainnya. (Daily Mail | umi)

Makhluk Laut Ini Tak Berubah Selama 500 Juta Tahun



Bagi kebanyakan manusia, perubahan berarti kemajuan, yang mengarah pada sesuatu yang lebih baik, Namun, mahluk laut laut kecil yang dikenal sebagai rhabdopleurida membuktikan bahwa tak berubah dalam waktu sekian lama bisa berarti keselamatan.

Hewan itu hidup di dasar laut di mana mereka membangun sarang dari kolagen di cangkang kerang mati. Meski itu bukan hal yang luar biasa, mereka telah menjalani hidup seperti itu selama 500 juta tahun. Dan selamat. Demikian menurut studi terbaru yang dimuat Jurnal Lethaia.

Yang menarik, meski usia rhabdopleurida dan eksistensinya dicatat dengan baik oleh manusia, fakta membuktikan mereka bahkan lebih tua dari zooplankton kuno, pelagic graptolites, yang punah 350 juta tahun lalu. Pelajaran yang bisa dipetik dari sana, penampilan bukan berarti lebih baik.

"Kita selalu mengira perubahan akan selalu membawa kita ke tempat yang lebih baik, bahwa evolusi akan mengarah pada sesuatu yang lebih baik," kata ketua penulis, Charles Mitchell, profesor Geologi dari University of Buffalo. "Namun segala kemajuan itu membuat pelagic graptolites yang luar biasa tak lantas menguasai dunia. Namun, mahluk sederhana ini, yang tinggal di bawah laut, justru berhasil bertahan hidup hingga sekarang." http://duniakaomao.blogspot.com/

Saat zooplankton relatif berkembang biak cepat, membelah diri menjadi spesies baru dan mengembangkan sifat baru, rhabdopleurida nyaris tak berubah.

Tak hanya itu, saat zooplankton berkembang biak makin mendekati permukaan laut, rhabdopleurida tetap di dasar laut. Zooplankton memainkan peran penting dalam ekosistem baru, rhabdopleurida tetap tak menonjol.

Pada akhirnya pendekatan konservatif menang, rhabdopleurida selamat dan masih ada hingga saat ini, hidup di Antara Bermuda hingga Laut Bering. Sementara zooplankton graptolites punah tak bersisa.

"Tingkat spesialisasi tinggi berjalan seiring dengan tingkat kepunahan," kata Mitchell. "Garis keturunan konservatif bisa bertahan dari badai, perubahan iklim, dan peristiwa besar lainnya, tapi tak pernah mendominasi ekosistem. Sedangkan pemain utama yang mengesankan justru sering jatuh dalam kepunahan massal dan ketidakberuntungan."

Meskipun rendah hati, koloni rhabdopleurida hidup dalam keindahan mereka, ketika dilihat di bawah mikroskop. Mahluk itu memiliki panjang sekitar 1 milimeter, berbentuk "Y", dengan lengan tentakel memanjang untuk menyaring makanan dari air.

Koloni mereka membentuk struktur indah, mirip tabung berwarna tembaga yang menyerupai belalai gajah.

http://astrounika.blogspot.com/


Pelajaran bagi manusia

Pendekatan konservatif tak hanya berlaku pada biologi, juga bisa diterapkan di bidang studi lain. Salah satunya, kata Mitchell, pasar keuangan.

"Anda bisa memilih investasi "aman" seperti obligasi dan saham blue chip (unggulan), menyimpan uang Anda dengan risiko rendah dari penurunan nilai, namun tingkat keuntungannya rendah. "Di sisi lain seseorang dapat memilih saham teknologi seperti Facebook dan Apple, tetapi risiko penurunan nilainya tinggi, terutama saat kondisi perekomian buruk."

Penampakan Bayi Alien Di Meksiko

Pada akhir 2009, Meksiko dibuat gempar dengan ditemukannya makhluk yang diduga bayi alien oleh seorang petani bernama Marao Lopez. Dia menemukan sesosok makhluk aneh itu di dekat sebuah perangkap hewan, dan kemudian dia bunuh hewan tersebut.

Prihatinnya, Marao Lopez akhirnya meninggal karena mobilnya meledak. Ahli alien,Joshue P. Warren, menemukan bahwa suhu mobil Marao kala itu menjadi lebih panas dari suhu sekitar. Namun banyak menilai foto tersebut hanya rekayasa, sebab bentuknya mirip dengan anak kera.
http://duniakaomao.blogspot.com/


Misteri Manusia Melayang Di Jerman Akhirnya Terpecahkan

Johan Lorbeer adalah seorang seniman jalanan, pria asal Jerman ini suka melakukan hal-hal aneh dan tak jarang aksinya membuat orang terpukau dengan keanehan yang di buatnya. Aksi yang dibuatnya kali ini adalah melayang setinggi 3 meter di atas tanah hanya dengan menempelkan tangan kirinya di tembok. Aksinya ini di lakukan di tengah kota, sontak membuat orang yang melihatnyapun di buat tercengang seolah-olah tidak percaya.

Yang dilakukannya terkesan sempurna tidak ada trik dan rekayasa, dia terlihat benar-benar melayang bahkan beberapa actionpun dia lakukan. Dalam foto-foto berikut ini, anda akan melihat aksinya yang sangat luar biasa. http://duniakaomao.blogspot.com/

Anda penasaran, bagaimana cara melakukannya? Lihatlah gambar-gambar ini dengan seksama. Anda akan menemukan jawabannya.


http://astrounika.blogspot.com/

http://duniakaomao.blogspot.com/







Saturday, September 15, 2012

NASA Rahasiakan Ritual Armstrong Cs di Bulan



Astronot Apollo 11, Neil Armstrong (kiri), Edwin
Astronot Apollo 11, Neil Armstrong (kiri), Edwin
VIVAnews - Ribuan orang berkumpul di Washington National Cathedral, Kamis 13 September 2012 waktu setempat, untuk melepas kepergian Neil Armstrong, manusia pertama yang menjejakkan kaki ke bulan.

Armstrong yang wafat pada usia 82 tahun dipuji sebagai pahlawan besar yang rendah hati, yang memilih laut sebagai tempat peristirahatan terakhirnya, alih-alih angkasa luar.

Mengenang Armstrong, tak lepas dari misi Apollo 11, 20 Juli 1969. Bersama rekannya, Buzz Aldrin ia ke luar dari modul bulan, melangkah, melompat, dan menancapkan bendera Amerika Serikat. Namun, ada detail yang sengaja  dipetieskan oleh Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA).

Tak banyak yang tahu, sebelum melangkah ke bulan, rekan Armstrong, Buzz Aldrin membawa bungkusan plastik kecil berisi anggur dan roti, dari gereja Webster Presbyterian. "Saya minta untuk mengheningkan cipta pada semua orang...dan mengundang siapapun dan di manapun orang yang mendengarkan ini, untuk mengehentikan aktivitasnya sejenak, merenungkan sejenak peristiwa beberapa jam terakhir, dan bersyukur dengan cara sendiri," demikian isi pesan radio Aldrin pada NASA kala itu.

Ia lalu memakan dan meminum barang bawaannya itu. Ritual itu dideskripsikan Aldrin dalam kopian majalah Guidepost. "Aku menuangkan anggur dalam piala yang diberikan gereja. Pada gravitasi Bulan yang hanya seperenam bumi, Anggur perlahan jatuh ke sisi cangkir. Dipikir-pikir ini sangat menarik, karena cairan pertama yang dituang di bulan, dan makanan pertama, adalah elemen komuni," kata Aldrin.

Ia juga sempat membaca kutipan Injil. Selama upacara berlangsung, Armstrong yang seorang deist, hanya terdiam menyaksikannya, tanpa berkomentar apapun.

Kisah ritual itu awalnya akan diungkap Aldrin ke dunia melalui radio. Namun batal, dilarang. Saat itu, NASA masih belum pulih dari gugatan yang dilancarkan seorang atheis, Madalyn Murray O'Hair.

Setelah terungkap kru Apollo 8 membaca Injil saat mengorbit, O'Hair meminta NASA untuk melarang para astronot yang sedang bertugas menjalankan ritual agama di bumi, luar angkasa, dan di bulan. Alasan dia, itu melanggar konstitusi yang memisahkan agama dan negara.

Sementara, Aldrin mengatakan dalam bukunya, Magnificent Desolation, keputusannya menyelenggarakan komuni di bulan adalah sebagai bentuk rasa syukur. Namun ia tak akan melakukannya lagi. "Meski itu sangat berarti bagiku, tapi itu adalah ritual Kristiani. Sementara, kami kami ke bulan atas nama semua manusia -- baik Kristiani, Muslim, Yahudi, animis, agnostik, atau atheis.

Setelah Aldrin, tak diketahui apakah ritual serupa, agama apapun, sempat digelar di bulan. Untuk diketahui misi ke bulan berakhir pada tahun 1972. Sementara, pesan terakhir yang dipancarkan ke luar angkasa adalah lagu yang dinyayikan penyanyi rap, Will.i.am, yang disiarkan di Planet Mars bersama misi Curiosity. (Sumber: Guandian | umi)

Jejak Rudal AS Picu Kehebohan, Dikira UFO

Jejakl rudal Juno dikira UFO
VIVAnews -- Fajar belum lagi menyingsing, Kamis 13 September 2012, saat terlihat jejak awan putih panjang, yang berubah warna saat disinari matahari terbit. Fenomena itu bisa disaksikan dengan mata telanjang di selatan Colorado, Phoenix, Salt Lake City, dan Las Vegas. Ratusan panggilan telepon dan surat elektronik membanjiri sejumlah stasiun TV dan kantor polisi.

Penegak hukum di utara New Mexico dan selatan Colorado bahkan menerima sejumlah laporan tentang kecelakaan udara, tentang rudal, juga UFO. Sebagian pelapor bahkan mengaku khawatir, puing-puing bekas ledakan, apapun itu, akan jatuh dari langit dan menimpa atap rumah mereka.

Namun, laporan-laporan itu dengan cepat diabaikan saat seorang deputi sherrif di utara New Mexico mengaku tahu, benda apa yang meninggalkan jejak awan itu. Bukan UFO, bukan kecelakaan pesawat, tapi rudal.
"Tentu saja aku sangat terkejut ketika melihatnya. Itu bukan sesuatu yang bisa disaksikan setiap hari," kata Deputi Kepala Kepolisian San Juan, JJ Roberts. "Jadi aku menepi, lalu mengeluarkan iPhone untuk merekam gambar dan videonya."

Lain lagi dengan Russ Machen, manajer Bandara Cortez yang bertanya apa gerangan yang sedang terjadi. Yang ia tahu, itu tidak berasal dari bandara atau pesawat.

Kepastian diperoleh saat bicara White Sands Missile Range, Angkatan Darat AS, Drew Hamilton memberikan pernyataan. Angkatan Darat kala itu rupanya sedang menguji rudal canggih Patriot 3 atau PAC-3 menggunakan rudal Juno sebagai target.

Apa yang dikira ledakan itu, kata dia, normal dalam pemisahan tahap pertama dan kedua dari rudal balistik Juno, yang diluncurkan pada pukul 06.30 waktu setempat dari Fort Wingate dekat Gallup.
Sementara,  rudal Patriot ditembakkan dari White Sands, yang berjarak sejauh 560 kilometer. Dua dari rudal yang diluncurkan menghantam Juno, demikian ungkap juru bicara Redstone Arsenal in Alabama, yang bertanggung jawab atas rudal patriot dalam misi, Dan O'Boyle. Rudal Patriot menghantam target, namun tidak meledakannya.

Dan Juno bekerja sesuai harapan. Itu adalah kali keempat belas rudal target itu ditembakkan dari Fort Wingate sejak 1998. Jejaknya yang serupa awan tak selalu bisa terlihat, tergantung kondisi atmosfer. "Bahkan ada orang yang menelepon dari Los Angeles menanyakan apa yang sebenarnya sedang terjadi," kata Hamilton. (Sumber: NBC, Cortez Journal | umi)

Bumi Terus Bergerak Menjauh Dari Matahari



 bumi

Astronom jepang menemukan bahwa bumi terus bergerak menjauh dari matahari, menurut astronom jepang bahwa ada beberapa alasan mengapa planet kita terus bergerak menjauh dari  matahari. Menurut mereka, semua dipicu interaksi dari pasang surut antara Bumi dan Matahari.
Dalam pandangan astronom jepang, interaksi pasang surut antara Bumi dan Matahari secara perlahan-lahan bumi kelak akan dihancurkan oleh Matahari. Seperti diketahui, rata-rata jarak dari Bumi ke Matahari adalah parameter utama astronomi yang disebut satuan astronomi, sama dengan 149597870.696 kilometer. 
Kembali pada tahun 2004, astronom Rusia Gregory Krasinski dan Victor Brumberg menemukan bahwa jarak dari Bumi ke Matahari bervariasi dari waktu ke waktu dan setiap tahun Bumi menjauh dari Matahari dan bergeser 15 sentimeter, tetapi untuk alasan ini belum di ketahui secara pasti. http://duniakaomao.blogspot.com/