Friday, August 31, 2012

Sejarah Jam Pasir Yang Sangat Fenomenal

Tetesan pasir dari sebuah lubang kecil pada mangkuk atau tempat lainnya secara jelas dapat digunakan untuk mengukur waktu seperti halnya dengan tetesan air yang teratur. Karena itu tidaklah mengherankan, jam pasir sudah di pergukan selama berabad-abad. Sebuah jam pasir yang sudah sangat tua sudah sangat tua terdapat di majelis rendah di Westminster yang mengukur waktu dua menit untuk membunyikan bel guna memanggil anggota-anggota majelis itu untuk memungut suara.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhGJid2HPSiDWY8ZLRwyeVXeeouGgqr4C-1QJ9BqkZnldT4alR2I-DMqa84niZ_rN9XOQhqCSxjE7n-RiLFFJctko3Ja-IcuPsevRJk7D_jkkZV7ZwkpWukonllNmYAKD2X7w049fqgsnyg/s320/sand_clock%5B1%5D.JPG
http://saywithwords.files.wordpress.com/2009/07/jam-pasir1.jpg
http://kumpulankata.files.wordpress.com/2009/01/jam-pasir.jpg

Pasir mudah di peroleh hamper di semua tempat dan berbeda dengan air, pasr tidak membeku dalam udara dingin. Gelas-gelas pasir pengukir waktu yang kira-kira 1.200 tahun yang lalu mulai di gunakan, sangat sedikit mengalami perubahan bentuk. Untuk menjaga agar pasir tetap sempurna keringnya, pasir itu di letakkan dalam sebuah tempat dari kaca yang rapat tak tembus oleh air, yamg menyempit pada bagian tengahnya.

http://www.zooloo.co.il/love/personal/img/sand_clock.jpg
http://thumbs.dreamstime.com/thumb_388/1239756063wp0Zpz.jpg

http://rumametmet.com/wp-content/uploads/2009/05/jam-pasir-5.png

Tempat pasir itu dipasang didalam suatu rak yang dapat dibalik- balikan. Atau tempat pasir saja yang dibolk- balikkan letaknya, sehingga pasir mengalir turun terus-menerus.

Foto Kerbau Yang Selamat Dari Cengkraman Seekor Singa

Serangkaian foto-foto yang menakjubkan dimana terlihat seekor singa betina menyerang seekor kerbau.

Penyerangan ini terjadi di Taman Nasional Kruger Afrika Selatan, perkelahian kedua hewan ini menjadi tontonan para wisatawan .


Sang Kerbau tampak berusaha melepaskan diri dari terkaman singa betina yang sudah mencengkeram dirinya.


Dengan perlawanan yang cukup gigih dan juga tampaknya sang kerbau memiliki tenaga yang lebih besar akhirnya dapat terbebas dari cengkeraman sang singa betina…


http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2009/10/19/article-1221391-065A33F3000005DC-939_634x455.jpg
http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2009/10/19/article-1221391-065A33E3000005DC-607_634x465.jpg
http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2009/10/19/article-1221391-065A3427000005DC-941_634x468.jpg
http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2009/10/19/article-1221391-065A33E7000005DC-916_634x467.jpg
http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2009/10/19/article-1221391-065A3413000005DC-790_634x402.jpg
http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2009/10/19/article-1221391-065A3433000005DC-819_634x478.jpg
http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2009/10/19/article-1221391-065A3447000005DC-942_634x474.jpg
http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2009/10/19/article-1221391-065A347E000005DC-971_634x465.jpg 

sumber:google.com

Wednesday, August 29, 2012

Cara Sederhana Mengenang Neil Armstrong

Neil Armstrong
Neil Armstrong (REUTERS/Edwin Aldrin-NASA/Handout)

VIVAnews - Dunia mengenal Neil Armstrong sebagai manusia pertama yang menginjakkan kakinya di bulan, bersama astronot Buzz Aldrin, pada 20 Juli 1969. Di usia 85 tahun, Armstrong wafat pada Sabtu 25 Agustus 2012 akibat komplikasi dari operasi jantung yang baru beberapa pekan dia jalani.

Besarnya pengaruh Armstrong bagi dunia juga menjadi perhatian keluarganya. Dilansir MSN, setelah mengumumkan meninggalnya Armstrong, pihak keluarga menyebutkan satu tindakan sederhana yang bisa dilakukan bagi mereka yang ingin menghormati Armstrong.

"Hormati pelayanan, pencapaian, serta kesederhanaan seorang Neil Armstrong. Jika Anda sedang berada di luar rumah dan melihat rembulan tersenyum di langit malam yang cerah, ingatlah Neil Armstrong dan mengediplah pada rembulan untuknya," demikian bunyi pernyataan resmi keluarga Armstrong.

Neil Armstrong dikenal sebagai pria rendah hati yang jatuh cinta dengan hal-hal berbau antariksa sejak muda. Dengan halus, pria kelahiran 1930 ini menolak predikat astronot selebriti NASA yang disematkan padanya. "Saya tidak layak mendapatkannya," ungkapnya merendah.

Kecintaannya pada antariksa itulah yang menyertai pengabdiannya pada NASA dan antariksa. Sayang hingga akhir hayatnya, mimpi Armstrong untuk melihat perkembangan dunia antariksa belum terwujud.

Di mata Presiden AS Barack Obama, Armstrong adalah salah satu pahlawan terbesar negaranya, yang menjadi inspirasi untuk senantiasa mencapai lebih tinggi. "Itu semua dipicu oleh seorang pria yang mengajarkan pada kita, kekuatan besar dipicu satu langkah kecil," ujar Obama, merujuk pada kutipan paling terkenal Armstrong: 'That's one small step for [a] man, one giant leap for mankind.'

NASA Ungkap Temuan Jejak Dinosaurus

VIVAnews -- Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) kali ini harus berurusan dengan dinosaurus. Sebuah kabar mengejutkan yang amat jarang berhembus dari lembaga yang kini tengah sibuk mengeksplorasi Planet Mars.

Tapi itulah yang terjadi minggu lalu, setelah jejak kaki binatang purba dinosaurus lamban, berukuran seperti tank dengan tonjolan mirip duri, yang disebut nodosaurus ditemukan di halaman Goddard Space Flight Center.

Diduga kuat, ratusan juta tahun lalu, sebelum para ilmuwan cerdas NASA bekerja tanpa henti mengeksplorasi alam semesta, laboratorium mereka di Maryland telah menjadi rumah bagi dinosaurus herbivora yang makan tumbuhan.

Jejak kaki besar, selebar 12 inchi atau sekitar 30 centimeter adalah yang kali pertama ditemukan oleh pencari jejak dinosaurus, Ray Stanford. Jejak itu memiliki empat jari. Untuk diketahui, nodosaurus yang tinggal di area itu sekitar 110 juta tahun lalu, pada periode Cretaceous diperkirakan memiliki ukuran serupa gajah kecil.
Jejak dinosaurus di Goddard Space Flight Center NASA

Saat Stanford mengungkap temuan mengejutkan pada NASA 17 Agustus 2012 lalu, lembaga tersebut cepat-cepat melibatkan Rob Weems dari Badan Survei Geologi AS (USGS).

Weems lantas mengonfirmasi, jejak itu asli. Ia juga menemukan jejak kedua yang diduga milik hewan jenis serupa, hanya lebih kecil. Diduga milik anak-anak nodosaurus.

"Jika jejak pertama itu adalah milik seekor betina, ia diduga memiliki satu atau lebih anak yang berjalan mengikuti ke mana-mana. Seperti halnya anak anjing atau kucing berjalan bersama induknya," kata Weems dalam siaran pers NASA.

Meski jejak mereka tak searah, karena bintang yang lebih muda biasanya mengendus ke mana-mana dan tak fokus, tapi toh mereka menuju ke tempat yang sama dengan para hewan dewasa.

Menurut ahli, diduga nodosaurus kala itu sedang berjalan tergesa di atas lumpur. Sebab, jejak yang mereka tinggalkan tak seberapa dalam.

Di mana persisnya bagian halaman yang menyimpan jejak dinosaurus, sengaja dirahasiakan dan disterilkan, agar tidak diintervensi siapapun. Para ahli lain diharapkan melanjutkan penelitian untuk mengungkap jejak lain di area itu.

Untuk Ray Stanford, seorang paleontolog amatir, mengaku, temuannya itu sangat berarti. "Para ilmuwan luar angkasa berjalan di tempat yang sama dengan dinosaurus besar, agak ceroboh, dengan tubuh 'berlapis baja' di masa lalu, 110 atau 112 juta tahun lalu. Bagi saya, ini sangat puitis," kata dia.

Stanford menambahkan, di area yang sama ia juga menemukan jejak-jejak lebih kecil, berjari tiga, yang diduga milik theropoda, dinosaurus pemakan daging.

Pejabat NASA kini sedang berkonsultasi dengan pemerintah Negara Bagian Maryland dan para ahli paleontologi dalam rangka mendokumentasikan temuan, sekaligus melestarikannya.
Sumber: Daily Mail

Model dinosaurus yang jejaknya ditemukan di Goddard Space Flight Center NASA

Misteri Makam Kuno Raja Inggris Siap Diungkap

Raja Richard III
raja richard III

Raja Inggris Richard III dikenal sebagai raja yang mati di medan perang. Menjabat sebagai raja selama dua tahun sejak 1483 - 1485, Richard III menanggalkan mahkotanya setelah terbunuh di Pertempuran Bosworth, pada 22 Agustus 1485.

Popularitas Richard III sendiri terangkat berkat naskah drama yang ditulis William Shakespeare. Meski populer, lokasi pemakaman Raja Inggris terakhir yang mati di pertempuran ini masih misterius.

Ahli arkeologi dari Universitas Leicester, bersama Dewan Kota Leicester dan komunitas Richard III, bergabung untuk mencari lokasi makam raja terakhir House of York.

Tim itu menduga makam Richard III ini berada di bawah tempat parkir di kantor Dewan Kota. Pendeteksian dengan metoda ground-penetrating radar tersebut dilakukan untuk mencari lokasi ideal proses ekskavasi.

"Kerja arkeologi ini akan menawarkan kesempatan emas untuk mempelajari tentang Leicester di abad pertengahan, yang juga menjadi lokasi dimakamkannya Richard III. Jika ditemukan, akan dilakukan penghormatan secara layak di Katederal Leicester," kata Phillipa Langley, anggota Komunitas Richard III, seperti dikutip dari LiveScience.

"Richard III merupakan figur karismatik bagi berbagai kepentingan, sebagian karena dia menjadi orang yang sering difitnah dalam beberapa abad di masa lalu."

Sejumlah cerita juga mewarnai perjalanan hidup Richard III. Antara lain, tentang tengkoraknya yang diarungkan ke sungai Soar. "Cerita lain lebih banyak yang mendiskreditkan. Misalnya, soal peti matinya yang digunakan untuk tempat minum kuda," tutur Langley.

Sejarawan ada yang menyebutkan, setelah kematiannya, Richard III dibawa ke Leicester dan dimakamkan di sebuah gereja Franciscan Friary, yang dikenal sebagai Greyfriars. Lokasi Greyfriars sendiri hilang jejaknya dalam sejarah.

"Pertanyaan besar bagi kami adalah menemukan di mana gereja itu dalam situs, dan di sebelah mana dari gereja, jenazah itu dimakamkan," kata arkeolog dari Universitas Leicester, Richard Buckley.

Para arkeologi pun menilai misteri itu merupakan hal yang menarik untuk dipecahkan. "Ada potensi ditemukannya lokasi pemakaman di area itu berdasarkan temuan sebelumnya, dan posisi persis gereja itu," kata Buckley.

Planet Terhitam Yang Pernah Di Temukan

TrES-2b, planet yang paling hitam.
Astronom berhasil menemukan planet terhitam yang mungkin lebih hitam dari arang. planet itu bernama TrES 2-b dan merupakan planet gas raksasa seukuran Jupiter. planet ini dideteksi pertama kali pada tahun 2006 oleh Trans Atlantic Exoplanet Survey (TReS).

TrES-2b hanya bisa merefleksikan kurang dari 1 persen cahaya bintang. "TrES-2b bahkan kurang reflektif dari cat akrilik hitam," kata David Kipping dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics seperti dikutip AFP, Jumat (12/8/2011).

TrES-2b mengorbit bintang GSC 03549-02811 yang terletak pada jarak 750 tahun cahaya dari Bumi tepatnya di konstelasi Draco. Jarak TrES-2b dengan bintangnya sangat dekat, hanya 5 juta kilometer. Bandingkan dengan jarak Bumi-Matahari yang mencapai 150 juta kilometer.

Karena jarak TrES-2b dan bintangnya dekat, suhunya begitu panas, atmosfernya dimasak hingga suhu 1.000 derajat celsius. TrES-2b mengemisikan cahaya merah redup, seperti warna kumparan pada kompor listrik yang dinyalakan.

Astronom telah menyelidiki sebab kehitaman planet. Memang, keberadaan senyawa penyerap cahaya seperti uap sodium, potassium, serta titanium oksida terdeteksi. Namun, semua senyawa itu belum bisa menjelaskan kehitaman ekstrem TrES-2b. "Belum jelas apa yang menyebabkan planet ini sangat gelap," kata David Spegel dari Princeton University yang juga terlibat penelitian.

Penyelidikan lanjut masih akan dilakukan nanti. Penemuan planet ini dipublikasikan di Monthly Notices Royal astronomical Society, Inggris, Bulan ini. TrES-2b adalah salah satu planet yang dideteksi dengan wahana antariksa Kepler.

Cara Membedakan Cahaya Bintang Dan Planet Pada Malam Hari

Panorama galaksi Bima Sakti di malam hari.
Salah satu obyek paling menarik di langit malam bagi astronom amatir adalah planet-planet besar di tata surya. Paling tidak, ada empat planet utama yang bisa diamati dengan jelas, yakni Venus, Mars, Jupiter, dan Saturnus.

Namun, untuk mengamati planet-planet tersebut, seorang pengamat harus bisa membedakan penampakan planet dan bintang di langit malam. Bagi mata orang awam, seluruh obyek tampak sama, berupa titik cahaya yang bertebaran di langit dan secara umum disamakan sebagai "bintang".

Padahal, ada perbedaan mendasar antara planet dan bintang. Salah satunya, bintang memancarkan cahaya sendiri (Matahari adalah sebuah bintang), sedangkan planet terlihat bercahaya karena memantulkan cahaya Matahari (seperti Bulan).

Ada beberapa cara membedakan planet dan bintang di langit malam dengan mata telanjang tanpa bantuan alat. Setelah mata telanjang bisa mengenali mana planet dan mana bintang, baru orang dapat meneropong planet yang ingin diamati. Beberapa caranya adalah:
  1. Cahaya planet tampak lebih terang dan ukurannya lebih besar dibandingkan dengan bintang. Hal ini karena letak mereka lebih dekat dibandingkan dengan jarak bintang. Salah satu contoh planet yang paling mudah dikenali adalah Venus. Biasanya tampak sesaat setelah Matahari tenggelam dan menjelang Matahari terbit. Planet Venus sering disebut "Bintang Fajar" atau "Bintang Kejora" karena cahayanya sangat cemerlang. Adapun Planet Mars dapat dikenali dari cahayanya yang berwarna kemerahan.
  2. Cahaya bintang tampak berkelap-kelip, sedangkan cahaya planet cenderung tidak berkelap-kelip. Letak bintang sangat jauh dari Bumi sehingga cahaya yang tiba di permukaan Bumi sudah sangat lemah dan mudah terganggu turbulensi udara di atmosfer. Turbulensi udara ini bisa membiaskan atau membelokkan cahaya sehingga cahaya bintang tampak berkelap-kelip.
  3. Sedang cahaya dari planet cenderung lebih stabil karena planet lebih dekat sehingga cahaya yang sampai di permukaan Bumi "lebih banyak". Gangguan turbulensi udara di atmosfer juga tak terlalu berpengaruh.
  4. Apabila pengamatan dilakukan beberapa hari berturut-turut, akan terlihat posisi planet akan berpindah dari hari ke hari (waktu terbit atau tenggelam akan berbeda dari hari ke hari). Planet terlihat bergerak terhadap latar belakang bintang-bintang yang lain.
  5. Hal ini disebabkan gerakan Bumi mengelilingi Matahari sehingga posisi planet-planet itu akan terlihat bergeser pada hari yang berbeda. Karakter ini juga dapat dijadikan patokan untuk membedakan planet dan bintang. 
astronomi.us

Nebula Barnard 59, Nebula Gelap dengan Awan Debu Sangat Tebal

Nebula Barnard 59 / Pipe Nebula. . Image credit: ESO
Teleskop MPG / ESO di La Silla Observatory berhasil menangkap citra dari nebula Barnard 59. Nebula ini berbeda dengan nebula-nebula lainnya sebab ia tidak memancarkan cahaya melainkan berwarna hitam gelap.

Pada awalnya para astronom mengira bahwa nebula ini merupakan suatu daerah di mana tidak ada bintang di situ, namun setelah diamati, nebula Barnard 59 ternyata merupakan sebuah nebula yang terdiri dari awan debu antar bintang yang sangat tebal sehingga cahaya bintang tidak mampu menembusnya.

Nebula Barnard 59 juga dikenal dengan sebutan nebula Pipa atau Pipe Nebula. Nebula ini berada dekat dengan pusat galaksi Bima Sakti di konstelasi Ophiuchus (The Serpent Bearer) dan berada sekitar 600-700 tahun cahaya dari Bumi.

Nebula Barnard 59 pertama kali ditemukan oleh astronom Amerika bernama Edward Emerson Barnard yang untuk pertama kalinya merekam citra nebula gelap ini menggunakan peralatan fotografi. Ia banyak memberikan konsribusi dalam bidang astronomi pada abad ke-19 dan 20.

Seperti nebula lainnya, nebula Barnard 59 juga merupakan tempat terbentuknya bintang-bintang. Bedanya bintang yang terbentuk di sana hanya sedikit dan lebih banyak debu antar bintangnya. Terlihat di beberapa bagian dari nebula ini berbentuk seperti kaki laba-laba. (Adi Saputro/ astronomi.us)